Bolehkah aku bercerita?
Tentang rasa yang terus menerus mendatangkan luka
Mataku terlalu nanar untuk melihatmu
Batinku bersikeras menerka hadirmu
Adakah kasih sayang yang kau berikan untukku?
Bolehkah aku bercerita?
Tentang rasa yang terus menerus mendatangkan luka
Mataku terlalu nanar untuk melihatmu
Batinku bersikeras menerka hadirmu
Adakah kasih sayang yang kau berikan untukku?
Dari jauh kulihat wajahmu
Rasa iba muncul dalam benakku
Mencoba berbelas kasih
Mengarungi setiap langkah yang kau pijak basah
Aku merasa bodoh mengenalmu
Ucapanmu sungguh membuatku terpukau
Namun, perbuatanmu
Tak seindah apa yang kau ucapkan itu
Kau tega berbuat demikian
Mendorong lalu menjatuhkan
Apakah ini yang kau balas untukku
Sungguh kau penghianat di mataku
Kau tega merancang sedemikian rupa
Hanya untuk menjatuhkan harga diri yang kupunya
Kau memang penghianat
Teramat jahat
Karya Rosita
Isak tangis ingin kutuangkan
Rantaian kata ku coba ungkapan
Keganjalan masih menyayat dalam sanubari
Mencoba merangkak mengeluarkan isi hati
Ingin ku meraung menghantam keluar
Namun, ada saja yang menjalar
Tak mampuku merajuk
Hanya terpendam dalam sajak
Berusaha mendorong tuk terungkap
Keganjalan itu membuatku tak berucap
Memaksa menahan
Keganjalan itu sungguh merisaukan
Apa keganjalan yang kumiliki
Sulit sekali mengungkapkan rasa dalam sanubari
Naluriku berkata jangan
Dan pada akhirnya tak terucapkan
Bekasi, 09 agustus 2020
Karya Rosita
Aku kira lambayan tangan itu hanya ilustrasi
Hanya terpaan belakang saja
Namun, itu nyata
Bukan hayalan apa lagi mimpi
Dia menghilang
Luput tersiram bersama derasnya pantai
Aku terhalang
Merasa gagal tuk memiliki
Bekasi, 33 juli 2020
Karya Rosita
Ah, aku terjebak
Hujan semaki deras
Memaksaku untuk menunggu
Dalam sunyi yang membosankan
Terpurukku dalam diam
Membeku tak berkaruan
Sampai ke titik terdalam
Hingga membuatku merasa jenuh
Membuatku terbelalak
Memandang siapa yang datang
Lalu memberiku sepucuk senyuman
Ini tentang hujan
Tentang rasa bosan
Dan tentang sepucuk senyuman
Yang mampu membobrak jenuhku
Bekasi, 22 juli 2020
Karya Rosita
Berjalanku dalam hayalan
Ku hembuskan nafas perlahan
Wajah itu seketika terlintas dalam benakku
Menyelimuti tubuh tak berdaya
Kini hanya bisa membayangkan
Membaca aksara yang kau rangkai penuh makna
Tak sanggupku mengingat
Dan hanya mengenangmu dalam duka
Kau pergi meninggalkan luka
Kau pergi dengan keangkuhanmu
Tanpa kau peduli tentang rasaku
Rasa yang kau acuhkan begitu saja
Dengan membawa segenap luka yang kau tinggalkan
Hariku seperti bunga yang layu
Ingin bangkit dari keterpurukan
Namun, luka di hati masih membekas
Bekasi, 21 juli 2020
Karya Rosita
Bekasi, 26 Juli 2020
Dia tak bersayap
Namun, mampu membawaku terbang
Dia bukan supermen
Namun, dia mampu mengagkatku setinggi tingginya...
Ku tatap wajah tua itudikeremangan malam
Wajah tua yang mulai kusam
Kulihat jelas kerut keningnya
Yang dulu tak pernah nampak...
Tangan kokohmu melemah
Tapi, dia mampu mengangkat besi itu
Langkahnya yang dulu tegap, kini rapuh dan membungkuk
Namun, dia mampu menggendongku...
Dia begitu kuat
Aku banyak belajar dari keteguhannya
Dia adalah ayahku bukan?
Ayah yang tak pernah letih membesarkanku...
Karya Rosita